Organisasi belajar (Learning Organization) adalah organisasi yang dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri (self of learning) sehingga organisasi tersebut memiliki ‘kecepatan berpikir dan bertindak’ dalam merespon beragam perubahan yang muncul. Menurut Senge (1990), organisasi belajar adalah organisasi dimana anggota-anggotanya terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, dimana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan anggota-anggotanya secara terus menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama. Jadi dalam sebuah organisasi yang memiliki kinerja dan tujuan, didalamnya pasti memiliki hubungan dan proses yang diusahakan berkesinambungan (system thinking) antara anggota dengan anggota, anggota dengan tim, dan antar tim.

Visi jurusan matematika FMIPA UNJ adalah mewujudkan jurusan yang unggul dalam bidang matematikan dan pendidikan matematika yang lulusannya mampu bersaing secara global. Sedangkan misinya adalah sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang efektif, efisien dalam suasana akademik yang kondusif, bertanggung jawab, akuntabel, dan transparan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pada bidang matematika dan pendidikan matematika. Berakhlak mulia dan mampu bersaing secara global.
  2. Menyelenggarakan kegiatan penelitian untuk pengembangan ilmu pendidikan matematika yang inovatif,  kreatif, dan aplikatif.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dibidang matematika dan pendidikan matematika yang bermakna, menginspirasi, dan bermanfaat.
  4. Menjalin komunikasi dan kerjasama antar disiplin ilmu, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, pemerintah daerah, instansi lain, dan masyarakat luas untuk pengembangan dan kemajuan pendidikan matematiaka.

Hasil evaluasi mengenai organisasi belajar di jurusan matematika FMIPA UNJ, menunjukkan bahwa organisasi ini mempunyai landasan yang solid untuk menjadi organisasi belajar. Hal ini terlihat dari grand total skor 71 dari instrumen Learning Organization Profile, yang mencakup lima aspek yang diukur sebagai berikut:

  1. Dinamika Belajar, skor total 14 dengan rata-rata 2,8
  2. Transformasi Organisasi, skor total 15 dengan rata-rata 3,0
  3. Pemberdayaan Masyarakat, skor total 13 dengan rata-rata 2,6
  4. Manajemen Pengetahuan, skor total 13 dengan rata-rata 2,6
  5. Aplikasi Teknologi, skor total 16 dengan rata-rata 3,2

Dari hasil tersebut di atas menunjukkan bahwa organisasi belajar yang dilakukan di jurusan matematika sudah memiliki dinamika belajar, walaupun masih harus ditingkatkan. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain dengan menghidupkan kembali kegiatan seminar KBI (Kelompok Bidang Ilmu) yang diselenggarakan dua kali setiap bulan.

Banyak pengertian tentang transformasi maupun organisasi. Dari berbagai pengertian tersebut transformasi dapat dikatakan sebagai suatu proses perubahan dari suatu kondisi ke kondisi lain untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Perubahan ini bisa bermakna luas. Keinginan berubah bisa didrive dari luar atau merupakan dorongan dalam diri untuk mencapai suatu situasi yang lebih baik. Pembukaan program studi S2 pendidikan matematika mengakibatkan perubahan dalam struktur organisasi di jurusan. Dengan demikian transformasi organisasi merupakan suatu strategi dan implementasi untuk membawa organisasi dari bentuk dan sistem yang lama ke bentuk dan sistem yang baru dengan menyesuaikan seluruh elemen ikutannya (sistem, struktur, people, culture) dalam rangka meningkatkan efektivitas organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan selaras dengan visi dan misi organisasi.

Organisasi ini sudah melakukan pemberdayaan komunitas jurusan dengan baik, namun belum semua bagian diterapkan dosen dan karyawan menuju organisasi belajar. Jurusan masih perlu memberdayakan potensi yang dimiliki oleh deluruh anggota organisasi, dan peningkatan kapasitas dalam rangka mengembangkan personal mastery. Sehingga setiap orang memiliki kinerja yang baik. Terkait dengan tujuan pemberdayaan, Sulistiyani (2004) menjelaskan bahwa tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan masyarakat adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan..

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Dalam dunia pendidikan khususnya dalam pendidikan matematika, komputer memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Aplikasi teknologi di jurusan matematika sudah baik, hal ini dapat dilihat dari inplementasi pembelajaran berbasis MCL (Multi-Channel Learning), walaupun belum semua dosen mengimplementasikannya. Di jurusan Matematika sejak semester 091 tahun akademik 2009/2010 dalam kegiatan pembelajarannya menggunakan MCL sebagai media pembelajaran. MCL merupakan aplikasi e-learning dengan moodle yang dimodifikasi. Dengan adanya MCL ini mahasiswa dapat mengakses informasi secara mudah, fasilitas belajar yang didukung oleh multi media, sehingga memungkinkan semua anggota dapat belajar dan bekerja lebih baik

 

Kesimpulan

Cara mengembangkan organisasi belajar  dengan menggunakan teori Fifth Discipline (Peter Senge) dan model belajar organisasi (Marquardt).

Teori Fifth Discipline (Peter Senge)

  1. System Thinking
  2. Surfacing and improving mental models
  3. Fostering dialogue
  4. Nurturing personal visions
  5. Building shared vision

Model Belajar Organisasi (Marquardt)

Belajar Organisasi  sebagai suatu sistem mencakup beberapa sub system antara lain:

  1. Learning
  2. Organisasi
  3. People
  4. Knowledge
  5. Teknologi

Pertama organisasi harus berpikir secara kesisteman artinya suatu permasalahan tidak berdiri sendiri terkait satu dengan yang lain, sehingga mental model tiap orang harus ditingkatkan agar setiap orang dalam organisasi dapat berpikir sistem. Untuk itu diperlukan dialog dan benchmarking baik antar anggota organisasi, anggota organisasi dengan customer (mahasiswa),  dengan supplier (masyarakat dan pemerintah) dan dengan pengguna lulusan. Mengadakan pertemuan antar anggota organisasi, pimpinan dan stake holder untuk membuat visi dan membangun shared vision.

Peningkatan penggunaan teknologi misalnya (hotspot ditingkatkan, kelas dan ruang diskusi dilengkapi perangkat multimedia), memperbaiki perpustakaan (melengkapi buku dan meningkatkan pelayanan). Dari semua anggota organisasi harus memahami dan melaksanakan pencapaian visi dan misi bersama.

Selain itu diperlukan acara kebersamaan, misalnya acara akhir tahun seperti rekreasi bersama, family gathering, dan mungkin liburan bersama. Baik sesama intern anggota atau bersama stakeholders dan customer. Bisa juga menciptakan hari olahraga (senam) bersama, atau coffee morning, dan sebagainya.